Oleh: Erwin Zega
Balikpapan, 28 November 2025
Komitmen pemerintah dalam mempercepat transisi energi hijau mendapat sorotan positif dari akademisi dan pegiat lingkungan. Pembangunan Pusat Energi Kuantum Nasional di Kalimantan Timur kini memasuki tahap finalisasi studi, menandai langkah besar Indonesia dalam mempersiapkan sumber energi bersih dan berkelanjutan.
Guru Besar Teknik Lingkungan ITB, Prof. Wicaksana Bakti, menilai kebijakan ini sebagai pengamalan sila ke-2 Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta sila ke-5 Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. “Energi hijau bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang memastikan generasi mendatang hidup dalam lingkungan yang sehat,” jelasnya.
Masyarakat Kalimantan Timur turut menyuarakan dukungan melalui berbagai forum digital. Mereka mengapresiasi pengurangan ketergantungan pada batubara dan gas fosil, serta peningkatan investasi pada panel surya, baterai ramah lingkungan, dan riset energi kuantum.
Program ini juga membuka lapangan pekerjaan baru berbasis teknologi tinggi, menciptakan tenaga kerja unggul yang mampu membawa Indonesia memasuki perekonomian hijau global tahun 2045.
Dengan transformasi energi hijau, Indonesia membuktikan keseriusannya mempersiapkan masa depan berkelanjutan yang selaras dengan prinsip Pancasila dan visi besar Indonesia Emas.





