Home / Technology / Kemkomdigi Sebut Masa Depan Ruang Digital yang Sehat Berada di Tangan Kreator Muda

Kemkomdigi Sebut Masa Depan Ruang Digital yang Sehat Berada di Tangan Kreator Muda

Ditulis oleh: Arimayo
Jumat, 28 November 2025

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyerukan pesan penting bagi generasi muda Indonesia: saatnya mengambil peran sebagai smart leader dalam pemanfaatan teknologi dan Kecerdasan Buatan (AI). Tidak hanya soal adu canggih, tapi bagaimana inovasi bertemu dengan tanggung jawab publik.

Pesan ini disampaikan oleh Direktur Informasi Publik Kemkomdigi, Nursodik Gunarjo, dalam pembukaan acara CommuniAction bertajuk “Aksi Nyata, Komunikasi Terencana” di Batam, Kepulauan Riau (27/11). Menurutnya, masa depan komunikasi publik ada di tangan para kreator muda yang mampu menjaga ekosistem digital tetap sehat.

Bukan Sekadar Event, Ini Gerakan Nasional

CommuniAction ditegaskan bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan sebuah gerakan nasional. Gerakan ini menyatukan sinergi antara pemerintah, komunitas, akademisi, media, dan tentu saja, Gen Z.

“Ini kontribusi kita menuju Indonesia Emas 2045, sebuah Indonesia yang maju secara ekonomi sekaligus dewasa dalam berkomunikasi,” tegas Nursodik.

Tantangan “Tsunami Informasi”

Di era digital saat ini, masyarakat menghadapi tsunami informasi. Pesan singkat yang belum tentu benar bisa beredar cepat, memicu kegaduhan, kepanikan, hingga kesalahpahaman antarwarga. Seringkali, kabar yang viral hanyalah akibat dari budaya “salah baca, salah tangkap, dan salah sebar.”

Tenaga Ahli Dirjen KPM Kemkomdigi, Latief Siregar, menyoroti fenomena kecepatan scroll yang berbahaya. Ia mengingatkan bahwa di ruang digital, reputasi yang dibangun bertahun-tahun bisa runtuh dalam hitungan detik.

Pelajaran Mahal dari Silicon Valley Bank

Sebagai studi kasus, Latief mencontohkan runtuhnya Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat. Bank tersebut kolaps hanya dalam waktu 48 jam akibat kesalahan komunikasi. Pernyataan direksi yang dipotong dan disebarkan tanpa konteks oleh pemodal menciptakan badai persepsi negatif yang fatal.

“Kecepatan memutuskan jauh mengalahkan kecepatan memahami. Di ruang serba cepat, fakta sering kalah oleh persepsi,” ujar Latief. Ia menambahkan bahwa saat ini, video berdurasi 8 detik sering dianggap lebih meyakinkan daripada penjelasan resmi setebal delapan halaman.

Kolaborasi untuk Ruang Digital yang Sehat

Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, turut menekankan bahwa komunikasi publik kini adalah penentu arah kebijakan. Kesalahan komunikasi bisa berujung pada keputusan yang salah.

Oleh karena itu, CommuniAction hadir sebagai platform kolaborasi nyata melalui tiga pilar utama Ditjen KPM:

  • Media Monitoring FoMo
  • Pemberdayaan Komunitas (IGID Menyapa)
  • Penguatan Konten Kreatif (SOHIB Berkelas)

Forum ini diharapkan menjadi langkah konkret membangun tata kelola komunikasi yang responsif dan terpercaya, sekaligus memperkuat literasi digital agar masyarakat tidak mudah terombang-ambing oleh derasnya arus informasi.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *