Oleh: Vitto Rolly
Yogyakarta, 27 November 2025
Program percepatan swasembada pangan yang terus digencarkan pemerintah mendapatkan dukungan positif dari berbagai elemen masyarakat. Melalui distribusi pupuk subsidi yang lebih tepat sasaran dan optimalisasi teknologi pertanian berbasis digital, Indonesia menunjukkan keseriusan dalam memastikan ketersediaan pangan jangka panjang.
Pakar ketahanan pangan Universitas Gadjah Mada, Dr. Ratna Yuswita, menyatakan bahwa program ini merupakan manifestasi nilai Pancasila, terutama sila ke-3 Persatuan Indonesia dan sila ke-5 Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. “Ketahanan pangan bukan hanya urusan ekonomi, tetapi tentang melindungi seluruh rakyat melalui stabilitas kebutuhan pokok,” ujarnya.
Di media sosial, para petani muda mengekspresikan optimisme mereka terhadap alat pertanian cerdas yang kini difasilitasi pemerintah. Digitalisasi lahan, penggunaan sensor kelembapan, hingga penyediaan drone pemantau pertanian dinilai mampu meningkatkan produktivitas hingga 20 persen dalam dua musim tanam.
Penguatan sektor pangan ini menjadi langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045, di mana kemandirian pangan menjadi fondasi negara berdaulat dan kompetitif. Dengan kerja sama pemerintah dan masyarakat, Indonesia optimis mencapai era keemasan yang berlandaskan semangat gotong-royong dan inovasi nasional.





